PENGARUH TETES TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN (ADMIXTURE) TERHADAP KUAT TARIK LENTUR DAN LEBAR RETAK BALOK BETON

PRASTIKA WAHID SANTOSO

Abstract


Meningkatnya kemajuan teknologi yang terus berkembang mengakibatkan munculnya benda-benda tak habis pakai (limbah) yang menumpuk. Salah satu limbah yang belum begitu banyak diteliti sebagai bahan dalam campuran beton yaitu tetes tebu. Fungsi dari bahan tambahan ini yaitu menambah kekuatanĀ  dan memperlambat waktu pengikatan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan tetes tebu terhadap kuat lentur dan lebar retak balok beton.


Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen dimana parameternya adalah tetes tebu terhadap berat semen pada beton normal. Benda uji berupa balok beton tanpa tulangan dengan ukuran 150 mm x 150 mm x 550 mm (ASTM C-78) sebanyak 15 benda uji yang terdiri dari 5 variasi dan masing-masing variasi sebanyak 3 benda uji dengan penambahan bahan admixture berupa tetes tebu yang memiliki prosentase berbeda (0%; 0,2%; 0,4%; 0,5%; dan 0,6%). Benda uji diukur pada umur 28 hari, dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Pengujian kuat lentur dilakukan dengan menggunakan alat Universal Testing Machine yaitu beton duji sampai runtuh dan lebar retak diamati dengan Microcope Crack Detector. Data yang diperoleh adalah besar kuat lentur dan besar lebar retak dan dibandingkan dengan data standard besar kuat lentur beton normal.


Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kuat lentur optimal terjadi pada penambahan tetes tebu 0,2%, yaitu sebesar 4,72 MPa dan nilai minimum sebesar 3,23 MPa pada penambahan tetes tebu 0,6%. Untuk lebar retak diperoleh nilai retak terkecil pada penambahan tetes tebu 0,6%, yaitu sebesar 0,13 mm. Hasil ini menunjukan bahwa penambahan tetes tebu dapat digunakan sebagai bahan tambahan yang mampu meningkatkan sifat-sifat beton.


Kata Kunci: Beton normal, tetes tebu, kuat lentur, lebar retak


The continuosly increase of technological development led to the accumulation of waste materials. One of the waste materials that has not been studied widely as an ingredient of concrete mixtures is molasses. The benefits of the additional of molasses are to improve strength performance and to slow the setting time of concrete. The purposes of this research is to identify the effect of the molasses addition to the flexural and crack width of concrete beams.


The research method used in this research was based on the design experiment. The parameters were molasses to wards the weight of cement in normal concrete. Concrete beams without reinforcement with a size of 150 mm x 150 mm x 550 mm in accordance with ASTM C-78 were used. Total 15 specimens with five variations (1 variation consists of 3 specimens) were used with the molasses variation addition of 0%; 0,2%; 0,4%; 0,5%; and 0,6% respectively. The test specimens were measured at 28 days, normal curing regime was applied to the specimens prior testing. The flexural strength was performed using a Universal Testing Machine, and the crack width was observed using a Microscope Crack Detector. The flexural strength value and the crack width results will be compared to the standard flexural strength of normal concrete.


The results show that the optimum flexural strength was achieved by the addition of 0,2% molasses with the flexural strength (represent by modulus of rupture value) of 4,72 MPa, while the minimum flexural strength was 3,23 MPa, attained by the addition of 0,6% molasses. However, the lowest crack width was shown by the 0,6% molasses addition with the crack width of 0,13 mm. Thus, it can be concluded that the addition of molasses can be used as additive materials that can improve the properties of concrete.


Keywords: Normal concrete, molasses, flexural strength, crack width


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.