STUDI PENGGUNAAN CATALYST, MONOMER, DAN FLY ASH SEBAGAI MATERIAL PENYUSUN BETON RINGAN SELULAR

GATOT SETYO UTOMO

Abstract


Material foam concrete pada beton ringan selular (cellular lighweight concrete) adalah salah satu material konstruksi yang banyak dikembangkan akhir - akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi optimum dan pengaruh penggunaan catalyst, monomer, dan fly ash sebagai material penyusun beton ringan selular. Komposisi semen dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 pasir dan 1 semen. Persentase penggunaan fly ash sebagai subtitusi semen adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Penggunaan monomer adalah 0,5% dari berat semen sedangkan penggunaan catalyst adalah 1% dari berat semen. Benda uji di cetak dalam molding ukuran 5x5x5 cm3. Hasil penelitian yang telah lakukan menunjukan kuat tekan tertinggi benda uji dengan penggunaan monomer pada waktu pengeringan 56 hari terdapat pada perentase fly ash 15% dengan kuat tekan 5.21 MPa, berat jenis 1.21 g/cm3  dan penyerapan air 17.73% . Pada benda uji tanpa monomer kuat tekan tertinggi terdapat pada persentase fly ash 5% dengan kuat tekan 5.03 MPa, berat jenis 1.19 g/cm3 dan penyerapan air 22.37%. Penggunaan monomer dan fly ash menjadikan kuat tekan benda uji semakin tinggi dan penyerapan air semakin rendah.  Hasil kuat tekan dan penyerapan air benda uji telah memenuhi syarat dari SNI 03-0349-1989 dan ASTM C 869 sehingga dapat dikatakan bahwa beton ringan selular yang dihasilkan dari penelitian ini dapat di aplikasikan untuk material pembuatan bata ringan CLC (cellular lightweiht concrete)


Kata Kunci : Beton Ringan Selular , Kuat Tekan, Berat Jenis, Penyerapan Air, Monomer, Catalyst, Fly ash


Material using foam concrete in cellular lightweight concerete (CLC) is one of material construction that were develped recently. This research was aimed to find optimum composition throught the use of catalyst, monomer and fly ash as a constituent material cellular lightweight concerete (CLC). The ratio of cement and sand that was used during this research were two sand and one cement. The percentages of using fly ash as the subtitution of cement are 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Moreover, the use of monomer was 0,5% of cement weight, while the use catalyst was 1% of cement weight. The specimen was molded in small cube molding, and the size 5x5x5 cm3. The result in 56 curing day the specimen with monomer has highest compressing strenght, dry density, and water absorption abaout 5.21 MPa, 1.21 g/cm3, 17.73%, respectively. These specimens contain on percentage of fly ash 15%. Furthemore, the result without monomer are compresisive strenght, dry density, water absorption about 5.03 MPa, 1,91 g/cm3, 22.37%, respectively. The addition of monomer and fy ash made the compressive strenght higher and water absorption lower than non monomer. The result of compressive strenght and water absorption were followed SNI 03–0349-1989 and ASTM C 869  so that it can be said that cellular lightweiht concrete was prodused during this research can be applied for the manufacture of lihgtweight brick material CLC (cellular lightweiht concrete)


Key words: Cellular Lightweight Concrete, Compressing Strenght, Dry density,  Absorption,  Monomer, Catalyst, Fly ash


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.