ANALISA DAN STUDI EKSPERIMENTAL BUKAAN TUNGGAL DI ATAS GARIS TENGAH PENAMPANG TERHADAP KEKUATAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG

SIGIT TRIWIBOWO

Abstract


Balok beton bertulang merupakan salah satu struktur utama bangunan gedung yang berfungsi sebagai penyalur beban menuju ke kolom. Kegunaan balok beton bertulang selain untuk struktur utama juga digunakan sebagai tempat untuk mengaitkan atau menempelkan instalasi air dan instalasi listik serta ducting Air Conditoner (AC) yang ditempatkan di bawah balok. Instalasi tersebut biasanya ditutup dengan menggunakan plafond sehingga akan mengurangi tinggi efektif dari ruangan. Dengan pembuatan lubang pada balok sebagai jaringan instalasi merupakan salah satu solusi yang tidak akan mengurangi tinggi efektif ruangan.


Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pembuatan lubang di tengah bentang di atas garis tengah penampang terhadap kuat lentur balok. Dengan penempatan lubang berada di daerah momen maksimal dari dua titik pembebanan monotik atau 1/3 bentang. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan eksperimen dari dua benda uji balok dengan lebar 200 mm , tinggi 300 mm dan panjang 2700 mm, terdiri dari balok tanpa bukaan (BLN) dan balok dengan bukaan (BLB) berdimensi lebar 200 mm, tinggi 80 mm dan panjang 400 mm. Data eksperimen atau data aktual dicatat dan kemudian dibandingkan dengan data perhitungan teoritis.


Hasil penelitian dengan perhitungan teoritis benda uji BLN mempunyai momen maksimal 43,76 kN.m dengan dua beban terpusat sebesar 47,17 kN, momen retak awal 12,75 kN dengan beban 12,71 kN. Dari hasil pengujian didapatkan beban retak awal sebesar 19,86 kN dengan momen retak 17,87 kN.m, sedangkan beban maksimal pengujian meningkat 4,94% senilai 49,50 kN dengan momen maksimal 44,55 kN.m. Perhitungan teoritis benda uji BLB didapatkan momen penampang 43,79 kN dengan beban 47,20 kN, momen retak awal teoritis 12,85 kN dengan beban 12,81 kN. Hasil  pengujian balok BLB mengalami retak awal pada beban 20,94 kN dengan momen retak 18,85 kN, sedangkan beban maksimal pengujian meningkat 12,64% menjadi 53,16 kN  dengan momen maksimal sebesar 47,84 kN.m. Berdasarkan hasil penelitian dengan pembuatan lubang pada balok di tengah bentang di atas garis tengah penampang tidak mempengaruhi kekuatan lentur pada balok.


Kata Kunci:  Kuat Lentur, balok, bukaan


Reinforced concrete beam is one of the main structures of building which functioned to be a load distributor through the column. The fuction of reinforced concrete beam is not only for the main structure but also as the place to hang or stick the water installation and electricity installation and also ducting Air Conditioner (AC) which placed under the concrete beam. Those installations are usually covered by the plafond in order to decrease the high effectiveness in the room. The cavity making on beam as installation network is one of solution that will not decrease the high effectiveness of room.


The purpose of the study is to understand about cavity making in middle of disquisition above the neutral line toward flexural beam. The cavity is located in maximum moment area from two spots of load monotic or 1/3 from the disquisition. The methodology used in this study is descriptive qualitative by used the experiment from two objects experiment beam with 200 mm height, 300 mm volume and 2700 mm weight, consist of non-opener concrete beam (BLN) and opener concrete beam (BLB) with dimension 200 mm height, 80 mm volume and 400 mm weight. Experiament data or actual data is written then compared to the teoritical data calculating.


This study finds out that by teoritical calculating of two experiment objects of BLN has maximum moment approximately 43,76 Kn.m with two loads centered about 47,17 Kn, the first cracked moment is on 12,75 kN by having the load at 12,71 Kn. The result of experimental is found the first cracked load at 19,86 Kn with cracked moment 17,87 kN.m, meanwhile the maximum load of the experiment increased for 4,94% in amount of 49,50 Kn with maximum moment at 44,55 kN.m.


Theoritical calculating of experimental object of BLB is found that sectional moment at 43,79 kN with having load about 47,20 kN, theoretical of the first cracked moment at 12,85 kN with the load about 12,81 Kn. The experiment result of BLB beam is found that the first cracked on 20,94 Kn of load with cracked moment at 18,85 Kn, meanwhile the maximum load of experiment increased from 12,64% into 53,16 Kn with maximum moment about 47,84 kN.m. According to the result of this study by cavity making on the beam in middle of disquisition above the neutral line was not influencing the flexural strenght of the beam.


Key Words : Flexural Strength, beam, Opening.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.