The Relationship between Students’ Beliefs and Willingness to Communicate Among Indonesian Senior High School Students in EFL Classroom

SITI HAIRATUL AINI

Abstract


Abstrak

Kepercayaan siswa dalam pembelajaran bahasa asing merupakan pembahasan yang dipandang penting dalam penelitian pendidikan karena dapat mempengaruhi kemajuan siswa dalam pembelajaran bahasa asing tersebut seperti keinginan untuk berkomunikasi secara lisan. Akan tetapi, beberapa siswa tidak menyadari akan pentingnya kepercayaan mereka dalam pembelajaran bahasa yang dapat mempengaruhi hasil belajar mereka. Beberapa waktu ini, banyak peneliti pendidikan yang fokus subjeknya adalah di lingkup pelajar universitas khususnya mahasiswa yang belajar Bahasa Inggris di luar negeri. Sementara dalam penelitian ini, peneliti berfokus pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini betujuan untuk menginvestigasi apakah ada hubungan antara kepercayaan siswa dalam belajar bahasa asing dengan keinginan siswa untuk berkomunikasi. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif kepada 114 siswa kelas sepuluh di salah satu SMA swasta di Surabaya dan salah satu SMA negeri di Sidoarjo. Penelitian ini mengggunakan dua jenis kuesioner sebagai instrumen penelitian, yaitu BALLI (Belief about Language Learning Inventory) oleh Sakui and Gaies, 1999, dan willingness to communicate oleh Cao & Philp, 2006; Weaver 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan siswa SMA dalam belajar bahasa asing dan keinginan siswa untuk berkomunimasi adalah di level medium pada skala likert empat poin. Hasil akhir pada penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan siswa dalam belajar bahasa asing dengan keinginanan merekan untuk berkomunikasi dalam bahasa tersebut memiliki hubungan yang tidak signifikan. Berdasarkan hasil peneitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa sekolah menengah atas di Indonesia cukup memahami kepercayaan mereka dalam belajar bahasa asing terutama dalam kaitannya dengan keinginan untuk berkomunikasi dalam bahasa tersebut, yaitu Bahasa Inggris sebagai target bahasa yang mereka pelajari di sekolah.

Kata Kunci: Keinginan Siswa untuk Berkomunikasi (WTC), Kepercayaan Siswa dalam Belajar Bahasa, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL)

Abstract

In educational research, students beliefs in foreign language learning have been emphasized since they are viewed as central to students advancement such as willingness to communicate. However, a few students do not perceive the significance of their beliefs in language learning that could affect their learning outcomes. Recently, many education scholars have concentrated more on students beliefs at the university-level especially those who learn English abroad. While in this study, the researcher focused on senior high school students. This research aims to investigate whether their beliefs are in relation to their willingness to communicate. This research was designed quantitatively to 114 tenth graders of a government school in Sidoarjo and a private school in Surabaya. Two kinds of the questionnaire were administered as the research instruments, those were BALLI (Belief about Language Learning Inventory) by Sakui and Gaies, 1999, and willingness to communicate by Cao & Philp, 2006; Weaver 2005.. The results showed that the senior high school students had a medium level of students’ beliefs and willingness to communicate on four-point Likert scales. The final result showed that the correlation between students’ beliefs and willingness to communicate was not significant. Based on the results, it can be concluded that Indonesian senior high school students quite perceive their beliefs in language learning especially in the relation to willingness to communicate in English as the target language they learn at school.

Keywords: Willingness to Communicate (WTC), Students’ Beliefs in Language Learning, English as a Foreign Language (EFL)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.