Dampak Pembangunan Jalan Tol Mantingan Kertosono Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun

ARDILA KUMALA DEWI

Abstract


Abstrak


Jawa Timur merupakan wilayah yang berkembang pesat dalam pembangunan, salah satunya adalah pembangunan jalan tol yang terdapat di Kabupaten Madiun. Wilayah yang lahannya dibebaskan untuk pembangunan jalan tol Mantingan Kertosono adalah wilayah Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Wilayah Kecamatan Balerejo terdapat 7 desa yang lahannya dibebaskan untuk bangunan jalan tol Mantingan Kertosono. Adanya pembebasan lahan ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun.


Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Balerejo yang terdiri dari 7 desa yaitu Desa Tapelan, Desa Kuwu, Desa Babadan Lor, Desa Warurejo, Desa Kedungjati, Desa Glonggong dan Desa Sogo. Sampel dalam penelitian ini ada 100 responden yang dibagi dalam 7 Desa di Kecamatan Balerejo. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan presentase.


Hasil penelitian ini menunjukkan lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan tol adalah lahan pertanian berupa sawah. Pembangunan jalan tol Mantingan Kertosono berdampak relatif buruk terhadap kondisi sosial ekonomi, terutama untuk kondisi ekonominya. Mata pencaharian tidak sepenuhnya berubah 59% penduduk masih tetap menjadi petani. Kondisi ekonominya banyak perubahan  yaitu penurunan produktivitas hasil panen hal tersebut dikarenakan lahan pertanian mereka digunakan untuk bangunan jalan tol. Produktivitas sebelum pembebasan lahan hasil tertinggi terdapat 33% dengan produktivitas 6,1-8 ton dan terendah terdapat 1% dengan produktivitas 2 ton. Sesudah pembebasan lahan hasil presentase tertinggi adalah 44% dengan produktivitas 4,1-6 ton dan hasil terendah terdapat presentase sebesar 10% dengan produktivitas 2 ton.


Kata kunci       : Pembangunan jalan tol Mantingan Kertosono, kondisi sosial, kondisi ekonomi


Abstract


East Java is a fast growing developing region, highway construction is one the development in Madiun district. The region area where the land was acquisitioned for Mantingan Kertosono highway construction is sub-district of Balerejo, Madiun district. There are 7 (seven) villages in sub-district of Balerejo where the land had been acquisitioned for this highway construction. It gives a major effects of social and economy to the local people in sub-district of Balerejo, Madiun district.


                This is a quantitative descriptive research. The research location is taken place in sub-district of Balerejo which consists of seven villages: Tapelan, Kuwu Babadan Lor, Warurejo, Kedungjati, Glonggong dan Sogo villages. There are 100 respondents sample were handed out in these seven villages in sub-district of Balerejo. Technical data analysis used is quantitative descriptive analyzing: by analyzing and using percentage. 


                The Result of research turned out that the land acquisitioned for highway construction was farming lands. Mantingan Kertosono highway construction gives relatively bad side effects to social and economy condition, more over to the economy. For the livelihood has not yet completely change remain being farmer. For the economy side, there is significant reduction of harvest productivity due to farming land is now less caused by the highway construction. The highest productivity before land acquisitioned was 33% with 6,1 to 8 ton of  productivity and the lowest was 1% with 2 ton of productivity. Post land acquisitioned the highest productivity is 44% with 4,1 to 6 ton and the lowest productivity is 10% with 2 ton of productivity.


Keyword : Mantingan Kertosono highway construction, social condition, economy condition


 


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.