PENGARUH PENGGUNAAN FITASE AMOBIL Bacillus subtilis HG PADA JAGUNG TERHADAP BIOAVAILABILITAS Cu dan Mg   THE EFFECT OF USAGE IMMOBILIZED PHYTASE Bacillus subtilis HG IN CORN TO BIOAVAILABILITY OF Cu and Mg

RAHMA HANDI HIMAWANI

Abstract


Abstrak. Pada umumnya enzim fitase digunakan dalam bentuk enzim yang bebas dan hanya dapat digunakan satu kali, sehingga membuat biaya produksi enzim fitase menjadi mahal. Salah satu alternatif dari masalah ini adalah penggunaan fitase amobil karena dapat digunakan sampai beberapa kali pengulangan. Fitase amobil diperoleh dengan metode penjebakan menggunakan matriks alginat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh penggunaan fitase amobil Bacillus subtilis HG pertama dan keempat pada jagung terhadap bioavailabilitas Cu dan Mg. Fitase yang digunakan merupakan ekstrak kasar dari isolat Bacillus subtilis HG. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test-Only Control Group Design. Tahapan penelitian: 1) analisis kadar fitat jagung dengan variasi bahan perendam jagung yaitu asam sitrat 9% (50 mL/50 gram jagung) selama 12 jam dan penambahan perendaman fitase amobil Bacillus subtilis HG pertama dan keempat pada jagung selama 30 menit. P1 adalah jagung tanpa bahan perendam (kontrol), P2 perendaman dengan asam sitrat kemudian fitase amobil 1, dan P3 perendaman dengan asam sitrat kemudian fitase amobil 4, 2) bioavailabilitas Cu dan Mg. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anava satu arah (α= 0,05). Hasil: 1) ada pengaruh penggunaan asam sitrat dengan fitase amobil Bacillus subtilis HG pertama dan keempat pada jagung terhadap kadar fitat jagung. Hasil kadar fitat berturut-turut adalah 11,386; 4,089; dan 6,526 (mg/g), 2) bioavailabilitas Cu dari P1, P2 dan P3 secara berturut-turut adalah 95,85%; 96,02%; dan 94,59%. Bioavailabilitas Mg dari P1, P2 dan P3 secara berturut-turut adalah 95,59%; 93,99%; dan 92,40%.


Kata kunci: alginat, fitase amobil, fitat, bioavailabilitas


 


Abstract. Generally the phytase enzyme was used in the free enzyme form and can be used only for one time, so it makes the cost of phytase enzyme production is expensive. One of the alternative way to solve this problem is using immobilized phytase because it can be used repeatly until many times. The immobilized phytase was made by trap method using alginate matrix. The purpose of this research is to get the information about the effect of usage the 1st and 4th immobilized phytase of Bacillus subtilis HG in corn to bioavailability of Cu and Mg. Phytase that used in this research is rough extract from Bacillus subtilis HG isolate. The research design is Post Test-Only Control Group Design. Phases of research: 1) analysis pytate concentration in corn with variation of soaking substance that was citric acid 9% (50 mL/50 gram corn) for 12 hours and additional of soaking the 1st and 4th immobilized phytase of Bacillus subtilis HG in corn for 30 minutes. P1 was corn without soaking substance (control), P2 was soaking by citric acid then the 1st immobilized phytase, and P3 was soaking by citric acid then the 4th immobilized phytase, 2) bioavailability of Cu dan Mg. The results were analized by One-way Anova (α= 0.05). The results : 1) there was the influence of the usage the citric acid with the 1st and 4th immobilized phytase of Bacillus subtilis HG in corn to the pytate concentration in corn. The pytate concentration was 11.386, 4.089, and 6.526 (mg/g), 2) Cu bioavailability of P1, P2, and P3 was 95.85%, 96.02%, and 94.59%. Mg bioavailability of P1, P2, and P3 was 95.59%, 93.99%, and 92.40%.


Keywords: alginate, immobilized phytase, phytate, bioavailability


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.